Hujan Deras saat Musim Kemarau, BMKG: Ini Fenomena MJO | Liputan 24 Kalimantan Tengah
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Hujan Deras saat Musim Kemarau, BMKG: Ini Fenomena MJO

Posted by On 6:41 PM

Hujan Deras saat Musim Kemarau, BMKG: Ini Fenomena MJO

  • News
  • Nasional
  • Detail Berita

Hujan Deras saat Musim Kemarau, BMKG: Ini Fenomena MJO

Felldy Utama · Senin, 25 Juni 2018 - 14:07 WIB

Pengendara melewati Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, yang tergenang air, belum lama ini. Hujan terjadi di Jabodetabek dari pagi hingga siang ini. (Foto: Antara/I Eko Suwarso).

JAKARTA, iNews.id â€" Hujan deras disertai angin kencang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Di Jabodetabek, hujan deras bahkan terjadi s ejak Senin (25/6/2018) dini hari dan berlanjut hingga pagi dan siang ini.

Pantauan di sejumlah wilayah, hujan deras merata di Jakarta dan kota-kota penyangga Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Bogor dan Depok. Di Tangerang Selatan, beberapa kawasan permukiman sempat terendam air dengan ketinggian 20-30 sentimeter. Ini antara lain terjadi di perumahan BPI, Pamulang, Tangang Selatan. ”Hujan awet dari malam sampai sekarang belum berhenti,” kata Nasrudin, warga setempat, Senin (26/8/2018).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, pada saat musim kemarau, hujan dapat dimungkinkan terjadi jika kondisi atmosfer terpenuhi antara lain pasokan (supply) uap air dan kelembapan udara yang relatif masih tinggi.

”Kondisi cuaca signifikan beberapa hari ini di sejumlah wilayah, selain pengaruh dinamika cuaca lokal, meningkatnya aktivitas cuaca juga didukung oleh indikasi aktifnya aliran massa udara basah lebih dikenal dengan fenomena skala r egional Madden Julian Oscilation (MJO),” bunyi keterangan tertulis BMKG yang diterima iNews.id, Senin (25/6/2018).

MJO merupakan fenomena gelombang atmosfer tropis yang merambat ke arah timur dari Samudera Hindia sebelah barat Sumatera yang masuk ke wilayah Indonesia bagian barat dan tengah

MJO memiliki siklus perambatan 30-90 hari dan dapat bertahan pada suatu fase (lokasi perambatan yang digambarkan dalam kuadran) sekitar 3 â€" 10 hari. Saat ini fase basah (konvektif) MJO terpantau berada di wilayah Indonesia bagian Barat sehingga memberikan pengaruh dalam meningkatkan supply uap air yang berkontribusi pada pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah.

”Kondisi ini juga berkaitan dengan berkembangnya daerah pusaran angin di sekitar wilayah Indonesia yang memicu pemusatan massa udara, daerah belokan dan perlambatan angin serta jalur pertemuan angin (konvergensi) yang dapat memicu pertumbuhan awan yan g signifikan,” tulis BMKG.

Dengan kondisi itu, pola cuaca di wilayah Indonesia berdampak terjadinya peningkatan potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang antara 25 - 28 Juni 2018. Ini terjadi di wilayah :

• Kepulauan Riau.
• Riau.
• Jambi.
• Sumatera Selatan.
• Bangka Belitung.
• Lampung.
• Banten.
• DKI Jakarta.
• Jawa Barat.
• Jawa Tengah.
• Jawa Timur.
• Kalimantan Barat.
• Kalimantan Tengah
• Kalimantan Selatan.
• Kalimantan Timur.
• Kalimantan Utara.
• Sulawesi Utara.
• Gorontalo.
• Sulawesi Tengah.
• Sulawesi Tenggara.
• Sulawesi Selatan.
• Maluku.
• Papua.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.


Editor : Zen Teguh

BERITA TERKAIT

  • Diguyur Hujan Sejak Minggu, Ratusan Rumah di Subang Terendam Banjir

  • Hujan 4 Hari, Lebih dari 100 Rumah di Kota Kendari Terendam Banjir

  • Prediksi Cuaca BMKG, Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Siang Ini

  • Waspada, Kepulauan Riau Akan Diguyur Hujan Sepanjang Hari

  • Gelombang Tinggi Landa Laut Selatan Yogya, Warga Diminta Waspada

Please enable JavaScript to view the comments powered b y Disqus.

VIDEO

Libur Pilkada Serentak 2018, Lalin Jakarta Sepi dari Kendaraan

  • Pascakebakaran di Tanah Tinggi, 97 Keluarga Mengungsi di Masjid

  • Diperiksa KPK, Marzuki Alie Tak Kenal Made Oka dan Irvanto

  • Kebakaran di Tanah Tinggi, 3 RT Ludes Dilahap si Jagor Merah

  • Usai Diotopsi 1 Korban Miras Oplosan Dimakamkan, Penjual Jadi Tersangka

BERITA POPULER

  • Hasil Pilkada Lebak: Iti Octavia-Ade Sumardi Klaim Menang 75,94 Persen

  • Dikecam, Model Belgia Pose Telanjang Dekat Tembok Ratapan Yerusalem

  • Sudrajat-Syaikhu dan Sudirman-Ida Balikkan Semua Hasil Survei Pilkada

  • Banyak Kejutan, Ini Hasil Quick Count Pilgub di 17 Provinsi

  • Hasil Quick Count Pilwalkot Serang: Syafrudin dan Vera Bersaing Ketat

  • 3 Ekor Buaya Muncul di Kali Grogol Hebohkan Warga, Ini Penampakannya

  • Sudrajat-S yaikhu Menang di TPS Prabowo

  • Presiden Jokowi Undang Kim Jong Un dan Moon Jae In ke Asian Games

  • Pilbup Bogor, Ade-Iwan Menang di TPS Prabowo

  • Kapolri Copot Pamen Polri yang Pukul 7 Anggotanya Pakai Topi Baja

KOLOM

  • Memaknai Hari Lebaran

  • Merengkuh Kemuliaan Ramadan dan Menjemput Kemenangan

  • Mudik, Media Sosial, dan Tahun Politik

  • Puasa dan Pluralitas Agama

TOPIK POPULER

  1. Pilkada 2018
  2. Belgia
  3. Aneh dan Unik
  4. Yerusalem
  5. Pemerkosaan
  6. Kriminalitas China
  7. rekor dunia
  8. Kekerasan Muslim Rohingya
  9. Kekerasan Rohingya
  10. Kriminal
Sumber: Berita Kalimantan Tengah

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »