GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Menhub: Kalau Ada Kereta Api di Palangkaraya Bagus Sekali...

Menhub: Kalau Ada Kereta Api di Palangkaraya Bagus Sekali...

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Di dalam kesempatan tersebut, Budi sempat …

Menhub: Kalau Ada Kereta Api di Palangkaraya Bagus Sekali...

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Di dalam kesempatan tersebut, Budi sempat berdialog dengan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, salah satunya mengenai kelanjutan proyek pembangunan kereta api.

Selama sekitar dua jam di Palangkaraya sebelum melanjutkan perjalanan ke Pontianak, Kalimantan Barat, Budi pun diajukan beberapa pertanyaan terkait kereta api di Kalimantan Tengah. Ia pun memandang, akan sangat baik apabila ada moda transportasi kereta api di provinsi tersebut.

"Pak Gubernur punya daerah, saya yang punya policy (kebijakan). Saya pikir kalau ada kereta api di sini kan bagus sekali," kata Budi di Palangkaraya, Kamis (22/2/2018).

Budi menjelaskan, pembangunan proyek kereta api di Kalteng harus sesuai dengan ketentuan. Ia merinci, keten tuan tersebut baik yang ada di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Baca juga: 3 Jurus Kemenhub Urai Kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Oleh karena itu, ia mempersilakan investor untuk melakukan pembicaraan dengan pihak pemerintah provinsi terkait proyek tersebut. Kemudian, barulah proyek tersebut diajukan kepada Kementerian Perhubungan.

"Kalau sudah matang nanti baru sama saya. Kalau bisa cepat, saya support," ungkap Budi.

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini pun mengungkapkan, dirinya sebenarnya menginginkan agar proyek kereta api di Kalteng dapat diteruskan. Adapun segala permasalahan yang ada, imbuh dia, diharapkan dapat dibicarakan bersama-sama.

Sebab, sebelumnya sempat ada banyak perbedaan pendapat mengenai proyek tersebut. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah harus kompak.

Rencana pembangunan rel kereta api Kalteng terdiri atas beb erapa jalur, yakni Palangkaraya-Banjarmasin, Kalimantan Selatan sepanjang 180 kilometer. Proyek ini akan menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Selanjutnya adalah rel kereta api dari Puruk Cahu ke Batanjung melalui Bangkuang sepanjang 425 kilometer yang dibiayai dan dikerjakan konsorsium China Rail Way bersama PT Multi Mega Guna Ganda Semesta yang tergabung di PT Perkeretaapian Tambun Bungai.

Selain itu, rencana membangun rel kereta api menghubungkan Provinsi Kalteng dengan Provinsi Kalimantan Timur yang penyedia dana pelaksananya adalah dari Rusia.

Baca juga: Sistem Ganjil Genap Diterapkan di Pintu Tol Bekasi Barat dan Timur


Berita Terkait

Kemenhub Bakal Gelar Program SIM Umum Murah untuk Sopir Taksi

Kunjungi PLBN Entikong, Menhub Tak Sengaja Bertemu Pejabat Malaysia

Bus Damri Pontianak-Kuching Sepi Penumpang, Menhub Ingin Tarif Diturunkan

Mulai 12 Maret , Truk Dilarang Masuk Tol Japek pada Jam-jam Ini

Langgar Aturan Ganjil Genap di Pintu Tol, Siap-siap Kena Tilang

Terkini Lainnya

Sepanjang 2017, BI Jawa Tengah Temukan 3.350 Lembar Uang Palsu

Sepanjang 2017, BI Jawa Tengah Temukan 3.350 Lembar Uang Palsu

Keuangan 06/03/2018, 22:45 WIB Anak Muda, Koperasi, dan The Abundance Era

Anak Muda, Koperasi, dan The Abundance Era

Makro 06/03/2018, 22:12 WIB Indonesia Peringkat 2 Investasi Terbaik, Apa Tanggapan Pengusaha?

Indonesia Peringkat 2 Investasi Terbaik, Apa Tanggapan Pengusaha?

Makro 06/03/2018, 21:48 WIB Menyulap Lahan Kosong menjadi Tambak Udang Vaname

Menyulap Lahan Kosong menjadi Tambak Udang Vaname

Inspirasi 06/03/2018, 21:30 WIB Performa Rupiah Terburuk di Asia?

Performa Rupiah Terburuk di Asia?

Keuangan 06/03/2018, 21:02 WIB Kementan: Usulan Uni Eropa Mengganti Minyak Sawit dengan Nabati Tidak Tepat

Kementan: Usulan Uni Eropa Mengganti Minyak Sawit dengan Nabati Tidak Tepat

Rilis 06/03/2018, 20:41 WIB Pengusaha: Rupiah Jangan Lebih dari Rp 14.000 Per Dollar AS

Pengusaha: Rupiah Jangan Lebih dari Rp 14.000 Per Dollar AS

Keuangan 06/03/2018, 20:10 WIB BTPN Kucurkan Kredit Rp 300 Miliar untuk Andalan Finance

BTPN Kucurkan Kredit Rp 300 Miliar untuk Andala n Finance

Keuangan 06/03/2018, 19:55 WIB Kementan: Industri Kelapa Sawit Berkontribusi Besar terhadap Ekonomi

Kementan: Industri Kelapa Sawit Berkontribusi Besar terhadap Ekonomi

Rilis 06/03/2018, 19:35 WIB Manfaatkan Teknologi, Perusahaan Jangan Lupakan Akurasi Data

Manfaatkan Teknologi, Perusahaan Jangan Lupakan Akurasi Data

Bisnis 06/03/2018, 19:07 WIB Meski Lebih Rendah, Konsumen Indonesia Tetap Optimis

Meski Lebih Rendah, Konsumen Indonesia Tetap Optimis

Makro 06/03/2018, 18:44 WIB Kadin: Indonesia Harus Yakinkan Uni Eropa soal Minyak Sawit

Kadin: Indonesia Harus Yakinkan Uni Eropa soal Minyak Sawit

Makro 06/03/2018, 18:39 WIB Pantau Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, China Railway Temui Luhut

Pantau Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, China Railway Temui Luhut

Makro 06/03/2018, 18:08 WIB Ini Target Pungutan Sawit 2018

Ini Target Pungutan Sawit 2018

Makro 06/03/2018, 17:59 WIB Benarkah Bunga Pinjaman di Fintech Lending Terlalu Tinggi?

Benarkah Bunga Pinjaman di Fintech Lending Terlalu Tinggi?

Keuangan 06/03/2018, 17:37 WIB Load MoreSumber: Google News | Liputan 24 Puruk Cahu

No comments