Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Larangan membakar lahan sulitkan petani di sini

Posted by On 1:12 PM

Larangan membakar lahan sulitkan petani di sini

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Larangan membakar lahan sulitkan petani di sini
  • Selasa, 06 Maret 2018 â€" 17:06
  • 165x views
Larangan membakar lahan sulitkan petani di sini Akibatnya ekonomi masyarakat semakin sulit dan pengangguran semakin bertambah Ilustrasi. Pixabay.com (Creative Common/Jubi) ANTARA [email protected] Editor : Syam Terrajana LipSus Mama-mama pasar Potikelek butuh magnet pembeli Features | Senin, 05 Maret 2018 | 07:26 WP Sebuah mimpi menjadi kenyataan Features | Minggu, 04 Maret 2018 | 17:06 WP Bertahan merajut noken kulit kayu Features | Kamis, 01 Maret 2018 | 08:41 WP Asa Papua di pundak purnawirawan TNI Features | Rabu, 28 Februari 2018 | 12:07 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kuala Pembuang, Jubi- Petani ladang di sejumlah kecamatan di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah kesulitan mengolah lahan pertanian, karena adanya aturan larangan membakar lahan dari pemerintah untuk keperluan apa pun.

"Sulitnya mengolah lahan pertanian itu dialami petani ladang di Kecamatan Seruyan Tengah, Seruyan Hulu dan Suling Ta mbun," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Seruyan, Sugian Noor, Minggu ( 4/3/2018).

Di sejumlah kecamatan para petani punya lahan di daerah perbukitan yang memiliki tipikal berbeda dengan lahan daerah rawa, di perbukitan lahannya terdiri dari tanaman kayu keras atau tunggul kayu sehingga tidak mudah untuk dibersihkan, dan biaya yang diperlukan untuk membuka lahan sangat mahal.

"Sulitnya mengolah lahan ini berdampak pada penurunan produktivitas pertanian di Seruyan," katanya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah punya kepentingan untuk mendorong produktivitas pertanian serta membantu petani di daerahnya supaya bisa membangun hidup dengan bertani, berladang atau bercocok tanam.

"Karena itu, kita mengusulkan pinjam pakai eskavator kepada Pemprov Kalteng, yang nantinya akan digunakan untuk membantu petani membuka, mengolah dan membersihkan lahan pertanian tanpa membakar," katanya.

Saat ini DKPP hanya me miliki satu unit eskavator mini, bantuan Kementerian Pertanian. Tentu sangat kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan mengolah lahan pertanian yang cukup banyak.

Sementara, Kepala Desa Tusuk Belawan, Kecamatan Seruyan Hulu, Duyanto mengatakan, semenjak adanya larangan membakar lahan, banyak petani ladang yang tidak lagi bertani, karena takut terjerat masalah hukum.

"Akibatnya ekonomi masyarakat semakin sulit dan pengangguran semakin bertambah," katanya.

Menurutnya, larangan membakar lahan harusnya ditetapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi, kemampuan, serta budaya atau kebiasaan masyarakat yang tidak dapat berubah secara spontan mengikuti aturan.

"Kita berharap ada kebijakan dari pemerintah, khususnya larangan membakar lahan yang sampai saat ini belum ada solusinya," katanya.(*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Jumlah Wisman ke Kalbar turun jauh dari tahun sebelumnya

Selanjutnya

Komen Saya

  • Warga Bic ara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Novel Lembayung Senja Dilaunching
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:14
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) SONAMAPA Gelar Literasi Baca Buku Sejarah Papua
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:23
Diproduksi : West Papua [email protected] Aksi Tolak Pekuburan Umum
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:07
Diproduksi : West Papua [email protected] Kematian Alex Sambom
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:09
Diproduksi : West Papua Updates Lagu dan Puisi Untuk Kehidupan
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:21
Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:37
Diproduksi : West Papua Updates ‹ › Terkini
  • Perjuangan menghadapi penerapan kurikulum 2013

    Penkes â€" Rabu, 07 Maret 2018 | 01:37 WP
  • Pangan lokal ditinggalkan, rakyat Papua banyak kurang gizi

    Penkes â€" Rabu, 07 Maret 2018 | 01:08 WP
  • Ferry Marisan: Buktikan kalau Papua rawan, jangan besarkan isu

    Polhukam â€" Rabu, 07 Maret 2018 | 00:21 WP
  • Jalan Kemiri-Depapre rusak parah, Legislator: Wajar mengeluh

    Infrastruktur â€" Selasa, 06 Maret 2018 | 23:22 WP
  • Bupati Yahukimo cek langsung Brupmakot dan Yapit

    Lapago â€" Selasa, 06 Maret 2018 | 23:11 WP
  • Sistem bayar kepala, konflik Kwamki jadi lahan bisnis?

    Polhukam â€" Selasa, 06 Maret 2018 | 22:22 WP
  • Motor cas, satu-satunya transportasi darat di Asmat

    Ekonomi â€" Selasa, 06 Maret 2018 | 22:12 WP
  • Gobai: Konflik di Kwamki bukan perang suku

    Polhukam â€" Selasa, 06 Maret 2018 | 21:53 WP
  • Tiga pesawat "twin otter" bisa parkir sekaligus di bandara Ewer

    Anim Ha â€" Selasa, 06 Maret 2018 | 21:40 WP
  • Rektor Uncen: Ijazah Wempi Wetipo sah

    Polhukam â€" Selasa, 06 Maret 2018 | 21:20 WP
Populer Persipura tolak ikut Liga 1, ini alasannya Lembar Olahraga |â€" Senin, 05 Maret 2018 WP | 5349x views Gadis 11 t ahun, korban pembunuhan dan percobaan perkosaan Domberai |â€" Kamis, 01 Maret 2018 WP | 3516x views Dana sawit Maybank Rp 34 triliun rusak hutan Indonesia Nasional & Internasional |â€" Kamis, 01 Maret 2018 WP | 2791x views Mau periksa jantung? RSUD Biak sediakan waktu dua hari Penkes |â€" Jumat, 02 Maret 2018 WP | 2082x views 200 relawan “Koalisi Papua Bangkit II” siap bergerak Pilkada Papua |â€" Rabu, 28 Februari 2018 WP | 2069x views STOP PRESS
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Inilah 8 temuan jurnalis Indones ia tentang Kebebasan Pers di Papua

    Minggu, 05 Februari 2017 | 10:43 WP
  • Raja Ampat dapat saingan baru?

    Senin, 26 Desember 2016 | 05:40 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Liputan 24 Kuala Pembuang

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »