Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

AWASSSS!!! Makarel Bercacing Masih Banyak Dijual Bebas

Posted by On 12:11 PM

AWASSSS!!! Makarel Bercacing Masih Banyak Dijual Bebas

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: SABTU
31 MARET SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Jumat, 30 Maret 2018 14:54 AWASSSS!!! Makarel Bercacing Masih Banyak Dijual Bebas DICEK: Tim dari lintas instansi saat mengecek olahan ikan dalam kaleng di salah satu swalayan di Kota Sampit, Kamis.(DESI/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT â€" Penarikan produk ikan makarel kemasan kaleng mengagetkan sebagian besar masyarakat. Pasalnya, produk yang dinilai mengandung cacing itu masih dijual bebas dan rata-rata merek terkenal yang sering dikonsumsi. Sebagian besar konsumen merasa dirugikan karena terlanjur membeli dalam jumlah cukup banyak.

”Saya baru tahu ikan makarel kaleng itu mengandung cacing dan ditarik dari peredarannya. Padahal, saya terlanjur membeli dalam jumlah banyak,” kata Wawan, warga Jalan Tidar, Sampit, Kamis (29/3).

Wawan mengaku membeli makarel di salah satu swalayan di Kota Sampit sekitar dua hari lalu. Jenisnya ikan makarel dalam saus ekstra pedas, salah satu merek yang ditarik peredarannya (lihat infografis). Dia membeli sepuluh ikan makarel kaleng berukuran 155 gram seharga Rp 8.600 per kaleng. Artinya, jika dimusnahkan, dia merugi seki tar Rp 86 ribu.

”Semuanya belum sempat saya makan, karena memang untuk stok di rumah. Kalau dibuang, jelas rugi, tapi apa boleh buat,” katanya.

Dia menyesalkan langkah pemerintah yang terkesan lambat merespons masalah tersebut. Dia yakin, bukan hanya dirinya yang membeli dalam jumlah banyak untuk stok, bahkan terlanjur mengonsumsinya.

”Nilai kerugian konsumen jika ditotal pasti sangat besar sekali. Karena keteledoran pemerintah dan sosialisasi yang tak meluas, ikan makarel itu masih dijual bebas,” katanya.

Andika, warga Kota Palangka Raya juga menyesalkan pemerintah yang bertindak setelah ada kejadian. ”Pemerintah atau instansi terkait semestinya melakukan pengawasan secara rutin, sehingga apabila ada isu di masyarakat, bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.

Celakanya, sejumlah pemilik toko di Palangka Raya mengaku belum mengetahui produk ikan makarel yang ditarik dari peredaran. Karena itu, masih ada yang menjual makanan kemasan terseb ut secara bebas. Apalagi produsennya belum menarik barang yang masih dipajang.

”Kami belum mendapat imbauan atau surat resmi yang mengatakan bahwa beberapa produk tersebut akan ditarik atau mengandung cacing," kata Trisna, salah seorang pemilik toko di Palangka Raya.

Dia mengaku tak keberatan apabila nantinya produk tersebut ditarik. Sebagai penjual, dia akan mengikuti aturan pemerintah. ”Karena itu salah satu bentuk perlindungan konsumen,” ujarnya.

Sebagai informasi, BPOM RI telah melakukan uji sampling dan pengujian terhadap 541 sampel ikan dalam kemasan kaleng yang terdiri dari 66 merek. Hasil pengujian menunjukkan 27 merek (138 bets) positif mengandung parasit cacing, terdiri dari 16 merek produk impor dan 11 merek produk dalam negeri.

Dominasi produk yang mengandung parasit cacing adalah produk impor. Namun, di sisi lain untuk produk dalam negeri juga diketahui menggunakan bahan baku impor.

Penyisiran

Razia terhadap produk ikan makarel dalam kemasan kaleng itu dilakukan di Sampit, kemarin. Tim dari lintas instansi, di antaranya Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya, menemukan ada produk yang seharusnya sudah ditarik, namun masih dijual bebas.

”Dari pemeriksaan di lapangan, masih ada toko yang menjual ikan kaleng yang seharusnya sudah di tarik dari pasaran, sehingga tim langsung meminta pemilik toko untuk tidak menjualnya lagi dan meminta dikembalikan ke distributornya,” kata Kepala BPOM Palangka Raya Trikoranti Mustikawati, usai razia makanan ikan kaleng.

Dari sekitar 20 tempat yang diperiksa, ditemukan 79 kaleng ikan kaleng yang tidak layak edar. Tim membuka salah satu kaleng dan ditemukan serabut yang menyerupai cacing. Namun, pihaknya tidak bisa memastikan itu cacing yang disebut-sebut berbahaya, karena perlu pemeriksaan lebih lanjut.

”Yang ditemukan hari ini bukan produk impor, melainkan produk lokal yang memang sudah tidak diperbolehkan beredar,” ujarnya.

Trikoranti menuturkan, ada juga beberapa toko yang sudah menarik merek ikan kaleng yang sudah tidak layak edar dari etalase. Bagi yang belum menariknya, tim meminta agar para pemilik supermarket, minimarket, dan toko, memperhatikan edaran dari BPOM.

Hal tersebut dilakukan demi keamanan konsumen dan kenyamanan pelaku usaha, agar jangan sampai terjadi masalah terhadap konsumen yang ujungnya berimbas terhadap pedagang.

Konsumen juga diminta jeli dan teliti sebelum membeli produk makanan. Memastikan kemasannya dalam kondisi baik tidak ada yang rusak. Bagi konsumen yang sudah terlanjur membeli, Trikoranti menyarankan agar dimusnahkan sendiri.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kotim Bambang Supiansyah mengatakan, pengawasan bukan hanya di supermarket, minimarket, dan toko. Melainkan sampai ke warung-warung kecil.

”Tim akan terus turun mengawasi dan tidak hanya satu kali ini saja. Akan dilakukan secara bertahap nan tinya,” ujarnya.

Kabid Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan M Tahir mengatakan, produk yang ada dalam daftar dan masih dijual diamankan, lalu dimusnahkan.

Dari Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM setempat, Tridosono Eko Lusino mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat untuk penarikan produk pada sejumlah merek ikan kaleng jenis makarel.

”Kami minta agar pelaku usaha melakukan evaluasi dan menarik produk ikan kalengan jenis makarel dari pajangan di warung, toko, minimarket, hingga swalayan,” ujarnya.

Dia menuturkan, pada awalnya pihaknya fokus pada tiga merek yang lebih dulu ditemukan mengandung cacing, yakni IO, Hoki, dan Farmerjack.

”Waktu itu memang untuk tiga merek awal sudah kami cek dan ternyata tak ada di Kobar. Namun, dengan hasil BPOM ini, sebagian besar ada yang beredar di Kobar, sehingga imbauan evaluasi untuk penarikan produk harus di lakukan,” katanya. (rm-86/dc/rm-88/sla/ign)

loading...
BERITA TERKAIT
  • Selamatkan Dokumen Penting, Warni nekat Terjang Api
  • Ancam Pecat Pembocor Soal UNBK
  • JANGAN BENYEM!!! Pemkot Diminta Respons Aksi ”Tanam Pohon Pisang”
  • DLH Kesulitan Sosialisasi Pencemaran Air
  • Pupuk Nasionalisme, Ajari Kaum Muda ”Menjadi Indonesia”
  • KPU Fasilitasi Penyandang Disabilitas
  • Pria Ini Tiba-Tiba Meninggal di Kebun Singkong
  • CEHHH KAM!!! Predator Anak Hampir Dihakimi Warga
  • Kobar Jajaki PLT Mikro Hidro
  • Kemampuan Penyuluh di Kobar Harus Ditingkatkan

BACA JUGA

Jumat, 30 Maret 2018 11:46

Perusahaan Diminta Bantu Pembangunan RTH

PANGKALAN BUN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengimbau kepada perusahaan… Kamis, 29 Maret 2018 15:37 < h4> Pemerintah dan Swasta Berkolaborasi Majukan Pendidikan PANGKALAN BANTENG- Pemerintah menilai, peran pihak swasta sangat penting untuk memperluas akses… Kamis, 29 Maret 2018 15:30

Dapil III Kobar Kian Diperhitungkan

PANGKALAN BANTENG-Daerah Pemilihan Tiga (Dapil III) Kobar tampaknya kian seksi di mata sejumlah partai… Kamis, 29 Maret 2018 15:28

AWAS!! AWAS!!! Predator Anak Berkeliaran

PANGKALAN BUN - Seorang bujang lapuk yang sudah berumur 38 tahun berinisial R tega mencabuli dua anak… Kamis, 29 Maret 2018 11:51

RSSI Kekurangan 50 Tenaga Medis

PANGKALAN BUN - Setelah diresmikannya Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang baru di Rumah Sakit Umum Daerah… Kamis, 29 Maret 2018 11:49 < h4> Program Sawit-Sapi di Kobar Terus Digenjot PANGKALAN BUN - Demi menyejahterakan petani dan peternak di tingkat bawah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)… Rabu, 28 Maret 2018 15:48

PDI Perjuangan Kobar Buka Pendaftaran Caleg, AYO SIAPA MINAT????

PANGKALAN BUN â€" Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kotawaringin Barat (Koba r)… Rabu, 28 Maret 2018 15:38

SPESIAL BANGET..!! Polisi Kobar Buru Maling hingga Kaltim

PANGKALAN LADA â€" Unit Reskrim Polsek Pangkalan Lada dan Tim Buser Polres Kotawaringin Barat tidak… Rabu, 28 Maret 2018 10:29

Satwa Laut Ini Mati dan Terdampar di Kubu

KUMAI - Seekor hiu pari (Squatina Legnota) dengan panjang dua meter dan berat 110 kilogram… Rabu, 28 Maret 2018 09:05

Dinas PMD Sosialisasikan PPKP

KOTAWARINGIN LAMA â€" Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Kobar melaksanakan… HAH??? Ada Lubang Menganga Tiba-Tiba Muncul, Satu Orang Terperosok AWAS!!! Potensi Angin Kencang dan Petir Meningkat Duhhh Gawat!!! Satlantas Keh abisan Material SIM Waaa Senangnya!!! Pasukan Kuning Dapat Sembako dari Danlanud YA ELLLAAA!!! Pencuri Sasar Puskesmas Semanggang Peziarah Penasaran dan Sering Tanya, Ternyata Ini Nama Asli Kiai Gede Gunakan Talangan Sebelum Dana Desa Cair Pemkab Kobar Kejar Sertifikasi ISPO Di Kobar, Tak Ditemukan Ikan Kalengan Bercacing SEDIH!!! Tokoh Pramuka Kobar Tutup Usia
  • AWASSSS!!! Makarel Bercacing Masih Banyak Dijual Bebas
  • Selamatkan Dokumen Penting, Warni nekat Terjang Api
  • Ancam Pecat Pembocor Soal UNBK
  • JANGAN BENYEM!!! Pemkot Diminta Respons Aksi ”Tanam Pohon Pisang”
  • DLH Kesulitan Sosialisasi Pencemaran Air
  • Pup uk Nasionalisme, Ajari Kaum Muda ”Menjadi Indonesia”
  • KPU Fasilitasi Penyandang Disabilitas
  • Pria Ini Tiba-Tiba Meninggal di Kebun Singkong
  • CEHHH KAM!!! Predator Anak Hampir Dihakimi Warga
  • Kobar Jajaki PLT Mikro Hidro
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Liputan 24 Sampit

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »