GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Terungkap, Punya 21 Kartu ATM, Ternyata Begini Modus ...

Terungkap, Punya 21 Kartu ATM, Ternyata Begini Modus ...

Terungkap, Punya 21 Kartu ATM, Ternyata Begini Modus Pengusaha Ini Suap Dirjen Hubla dan LSM pembuatan 21 kartu ATM itu sebenarnya untuk memudahkan dia saat memberikan uan…

Terungkap, Punya 21 Kartu ATM, Ternyata Begini Modus ...

Terungkap, Punya 21 Kartu ATM, Ternyata Begini Modus Pengusaha Ini Suap Dirjen Hubla dan LSM

pembuatan 21 kartu ATM itu sebenarnya untuk memudahkan dia saat memberikan uang kepada berbagai orang yang ia temui di kawasan proyek.

Terungkap, Punya 21 Kartu ATM, Ternyata Begini Modus Pengusaha Ini Suap Dirjen Hubla dan LSMMantan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla)Kemenhub Antonius Tony Budiono dalam ucapan Dirgahayu Kemerdejaa RI

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Komisaris PT Adiputra Kurniawan, Adi Putra Kurniawan memiliki 21 kartu ATM yang dibuat menggunakan KTP palsu.

Kartu ATM itu digunakan Adi Putra untuk membayar jatah preman hingga menyuap Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Antonius Tonny Budiono.

Hal itu dikatakan Adi Putra saat memberikan keterangan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (21/12/2017).

"Total ATM ada 21. Awalnya saya buat cuma 5. Itu sebetulnya cukup kalau pada dikembalikan. Tapi yang kembalikan cuma satu dua orang saja," kata Adi kepada majelis hakim.

Menurut Adi, pembuatan 21 kartu ATM itu sebenarnya untuk memudahkan dia saat memberikan uang kepada berbagai orang yang ia temui di kawasan proyek.

Komisaris PT Adiguna Keruktama Adi Putra Kurniawan duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (21/12/2017).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)
Komisaris PT Adiguna Keruktama Adi Putra Kurniawan duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (21/12/2017).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

Adi mengatakan, sebagian besar orang yang ia temui adalah anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM).

"LSM biasanya minta jatah preman. Di Pulang Pisau banyak juga persatuan nelayan yang ketemu saya. Banyak yang sering ganggu pekerjaan," kata Adi.

Namun, selain diberikan kepada pihak-pihak tersebut, Adi mengaku menggunakan kartu ATM yang ia miliki untuk diberikan kepada pejabat lelang proyek di Pelabuhan Pulang Pisau. Uang dalam ATM sengaja diberikan untuk membantu operasional para pejabat.

Dalam kasus ini, Adi Putra didakwa menyuap Dirjen Hubla Antonius Tonny Budiono sebesar Rp 2,3 miliar. Suap tersebut terkait proyek pekerjaan di bawah Ditjen Perhubungan Laut.

Uang tersebut diberikan secara bertahap melalui transfer bank. Sebelumnya, Adi Putra menyerahkan kartu ATM, buku tabungan beserta nomor pin kepada Tonny.

[Abba Gabrillin, Kompas.com]

Editor: Achmad Bintoro Sumber: Kompas.com Ikuti kami di Ikuti Firasat Cek Jok Motor, Ibu 3 Anak Bongkar Perselingkuhan Suami yang Diulang Lagi dengan Janda Sumber: Google News | Liputan 24 Pulang Pisau

No comments