www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Menanti ajal di tangan penjagal

Posted by On 10:05 AM

Menanti ajal di tangan penjagal

Keterangan Gambar : Perlakuan terhadap anjing yang dijual di pasar Langowan, Minahasa. © Beritagar.id / Tonny Rarung

Ada mitos, darah yang tidak keluar dari tubuh anjing membuat dagingnya gurih.

Pulang membeli arang, Sukijo langsung menuju sumur di belakang rumah. Lelaki 71 tahun itu bergegas mengasah pisau. Sejenak ia marasai mata pisaunya dengan ibu jari, sekadar menguji ketajaman, lalu menggosoknya kembali di permukaan batu pengasah.

Di dapur, lima ekor anjing tergeletak tak berdaya di lantai tanah yang lembab. Dua meringkuk di tepi pintu, tiga lainnya tersuruk di balik tungku. Kaki terikat tali, tubuh terbungkus karung.

Seutas tali mengikat erat moncongn ya. Binatang itu tak lagi mampu menggonggong lirih sekalipun.

Hanya ada dua penanda hewan itu masih hidup. Tubuhnya bergetar pelan. Napasnya tersengal mengap-mengap dan pejaman matanya yang sesekali terbuka layu. "Hari ini dua ekor dulu sisanya besok," kata Sukijo bangkit dari jongkok di tepi bibir sumur, Selasa (5/12/2017).

Ia masuk ke dapur. Mengambil satu ekor dari dekat tungku dan melemparkannya ke tepi sumur. Bugg, hewan itu mendarat di lantai berbatu. Sukijo mengambil pisau dan menghampiri. Anjing bergerak lemah. Tak sampai semenit, binatang itu melolong. Suaranya lirih terdengar dari dapur tempat empat anjing lain menanti ajal.

Sejumlah mitos berkembang di kalangan penjagal. Menurut penjagal, sebenarnya agar daging anjing terasa gurih, cara membunuhnya tidak boleh disembelih. Sebab, jika disembelih darah dalam tubuh anjing akan habis dan itu menghilangkan kenikmatannya.

"Katanya darah yang tak keluar bikin enak," ujar Pur (31), p enjagal yang ada di daerah Blora, Jawa Tengah, kepada Beritagar.id awal Desember 2017.

Pur punya cara. Katanya, agar darah tak mengucur leher anjing dijerat dengan tali laso yang dikaitkan ke kayu. Setelah tercekik, kaki anjing itu ditarik hingga binatang itu sekarat.

Cara lain yang biasa digunakan adalah mengikat kaki dan membungkus kepala anjing lalu memukul kepala anjing itu dengan benda tumpul hingga hewan itu kelojotan.

Cara ini juga yang digunakan sejumlah penjagal di Manado dan Minahasa. Seorang penjagal yang ada Pasar Langowan, Minahasa, misalnya. Ketika pedagang dan pembeli menyepakati harga anjing hidup yang dibeli, seorang penjagal langsung menuju ke hewan yang dimaui pembeli.

Setelah membuka penutup kerangkeng, sang penjagal langsung menjerat dengan tali khusus yang diikatkan ke tongkat. Begitu tercekik, hewan itu langsung dikeluarkan dari kerangkeng dan meletakkannya ke lapak beton.

Lalu, prak, pejagal itu menghantam kepala anjing itu d engan balok --dalam bahasa masyarakat Minahasa ditoki-- tiga kali. Lolongan terakhir menyertai tubuhnya yang tak bergerak lagi. Matanya nyaris keluar, lidahnya terjulur.

Yakin sudah mati, penjagal itu menyalakan api dari alat khusus yang terhubung dengan tabung elpiji 3 kg. Tubuhnya dibakar untuk menghilangkan bulu-bulunya. Selesai membakar, perut hewan itu dibelah dan tubuhnya dipotong-potong sesuai pesanan pembeli. Bengis.

***

Suara-suara menyetop perdagangan anjing untuk mengonsumsi anjing sudah kerap dikumandangkan aktivis pecinta binatang. Entah dengan cara turun ke jalan maupun melalui sosial media.

Anjing, di mata para aktivis itu bukan hewan ternak tapi hewan peliharaan. Mereka khawatir, konsumsi daging hewan itu akan turut menyebarkan rabies. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pernah menyatakan konsumsi daging anjing sebagai kontributor utama dalam penyebaran penyakit rabies yang mematikan di Indonesia.

Dokter hewan Louise Kumaunang dari Seksi K esehatan Hewan, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa membenarkan.

"Virus rabies menyebar lewat air liur, jika sewaktu menjagal ada luka terbuka di tubuh penjagal dan anjing yang dijagal berabies, penyakit itu bisa menular," kata Louise.

Untuk mengetahui apakah anjing menderita rabies, kata Louise, diperlukan pemeriksaan laboratorium. Sayangnya, pemeriksaan-pemeriksaan terhadap hewan yang dibawa tengkulak lintas provinsi terkesan longgar. Tengkulak pun banyak menghindari pos-pos pemeriksaan hewan yang biasanya ada di pintu masuk masing-masing provinsi.

Kondisi itu diperparah dengan longgarnya pengecekan Dinas Kesehatan yang kerap mendatangi pasar. Mereka kerap hanya sekedar datang tapi tidak memberi keterangan apakah anjing yang akan dikonsumi itu terjangkit rabies atau tidak.

Dari catatan yang ada, di Minahasa dalam dua tahun terakhir kasus gigitan anjing di ada sekitar 900an orang terkena rabies. Dari jumlah itu ada lima orang lyssa (kematian pada manusia karena rabies). Pada tahun ini tercatat ada 500-an kasus dan lyssa baru tercatat satu kasus.

Pun di Manado. Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Manado Esther Mamangkey hingga September 2017, di daerahnya ada 347 kasus rabies dan satu kasus lyssa.

Menurut Doni Herdaru Tona dari Animal Defenders Indonesia maraknya konsumsi daging anjing ini karena daging hewan ini tergolong murah dibanding daging sapi.

Di sejumlah pasar, daging anjing ini memang dijual pada kisaran Rp25 ribu hingga Rp50 ribu perkilo. Bandingkan dengan daging sapi yang harganya mencapai Rp80 ribu hingga Rp120 ribu perkilo.

Penjualan yang murah ini, menurut peneliti dan analis perlindungan hewan Kanada yang tinggal di Singapura, Brad Anthony, sangat terjangkau bagi kalangan bawah.

Orang-orang kalangan ekonomi rendah itu, kata dia, hanya bisa makan daging sapi pada saat ada acara-acara khusus. "Faktor ekonomi bisa jadi menjadi faktor ut ama mereka mengonsumsi," katanya.

Berita terkait:

VIDEO: Menanti ajal di tangan penjagal
Akhir nasib anjing di atas piring
Rumah aman penuh kasih sayang
Jalur gelap perdagangan binatang kesayangan

Ditulis oleh: Fajar W Hermawan Anang Zakaria Sujatmiko Ronny A. Buol
  • Rumah aman penuh kasih sayang Rumah aman penuh kasih sayang
  • Akhir nasib anjing di atas piring Akhir nasib anjing di atas piring
  • Ayat-Ayat Cinta 2 menanti tuah Fahri Ayat-Ayat Cinta 2 menanti tuah Fahri
MUAT LAGI Sumber: Google News | Liputan 24 Pulang Pisau

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »